BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Saturday, 3 April 2010

31 Tips Dakwah Keluarga

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;...". (At-Tahriim: 6)
Hidayah itu datangnya adalah dari Allah Subhanahu wa Taala. Boleh jadi, anak mendapat hidayah lebih dahulu berbanding orang tua. Pergaulan dengan kawan-kawan di sekolah mahupun di universiti, mengenalkan sang anak kepada Islam, sehingga pemahaman dan wawasan agamanya melebihi orang tua. Jika tidak pandai mengelola hal ini, berkemungkinan akan timbul pertentangan antara anak dan orang tua.
Ada ikhwah yang ayah dan ibunya sudah dalam kondisi yang islami, tetapi ada pula ikhwah yang orang tuanya masih ammah(awam) dan sama sekali tidak faham tentang agama. Semuanya, tentu harus dikomunikasikan dengan baik, dengan berdialog dari hari ke hari. Seperti halnya kaderisasi(pembinaan) yang harus mengkader(membina) untuk mencetak generasi Rabbani, ada tahapan-tahapan. Ada proses. Perlu waktu.

Posisi kita dalam keluarga, terkadang juga mempengaruhi dawah kita. Bila kita anak sulung, dan memiliki adik-adik, terkadang suara kita lebih didengar. Lantas bagaimana bila kita anak bungsu, dan akhwat pula? Harus berdawah kepada yang lebih tua? Kakak-kakak? Di tengah lingkungan keluarga? Jangan sedih. Kedewasaan tidaklah diukur dari usia, tapi dari cara berfikirnya dan dari cara dia mengatasi masalah. Bukan begitu?
Berikut ini tips-tips yang boleh dilakukan untuk dawah keluarga. Kondisi setiap orang tua berbeza-beza, maka memang memerlukan analisa terlebih dahulu. Namun setidaknya ada point-point asas yang boleh kita terapkan bersama

31 Tips Dawah Keluarga

1. Membantu orang tua
Bila tak ada pembantu, jangan malas untuk membantu orang tua. Karena ini kesempatan yang baik untuk pendekatan. Boleh dengan membantu mencuci pinggan, menyapu, menyiram, menyetrika, memasak, dan lain-lain.

2. Mendengarkan masalah dan beri penyelesaian yang Islami
Sabtu dan Minggu adalah waktu berkumpul keluarga. Banyak hal yang biasanya dibincangkan. Dan bila orang tua ada masalah, dengarkanlah masalah mereka dan beri penyelesaian yang Islami.

3. Disiplin saat menonton TV
Menonton TV jangan dianggap remeh. Apa jadinya bila aktivi kita ternyata masih suka menonton drama cinta, gossip dan lagu-lagu rock??? Selain tidak boleh dalam agama, pun akan menjadi penilaian tersendiri di mata orang tua. Anakku ini rupanya suka menonton cerita-cerita cinta (?)

4. Bangun pagi
Bangun lewat akan membawa gambaran yang kurang bagus. Apatah lagi aktivi, shalat subuh! ^ _ ^

5. Tersenyum
Selalu berwajah ceria, tidak masam, tentu akan membuat orang yang melihatnya pun menjadi ikut bahgia. Aktivi wajahnya tersenyum selalu. Kalaupun ada kesedihan, cukup sekadar simpan dalam hati.

6. Mendoakan di shalat malam
Meski kita berikhtiar siang dan malam, tetapi hidayah tetap hak Allah. Maka jangan lupa mendoakan mereka di setiap selesai shalat dan di setiap shalat malam kita.

7. Memberi buku Islam yang sesuai
Kalau kita lebih suka membaca Risalah Pergerakan, Perangkat-Perangkat Tarbiyah, tentu orang tua tidak sesuai dengan ini. Maka kita harus menyediakan buku-buku Islam yang sesuai pemahaman mereka. Misalnya untuk ibu, karena sudah ada keluarga, jadi yang lebih dominan dalam pemikirannya adalah tentang keluarga sakinah mawaddah warrahmah. Kita boleh membelikan buku ini. Atau bila kakak kita ternyata sebentar lagi akan menikah, kita boleh mencadangkan buku pernikahan islami, atau tips memilih menantu, misalnya.. ehm ehm

8. Perpustakaan Islam di rumah
Bilik kita penuh buku-buku, wawasan kita menjadi luas. Tetapi keluarga kita tidak. Maka keluarkan buku-buku itu dan letakkan juga di perpustakaan keluarga. Atau bila belum ada perpustakaannya, kita buat sendiri dengan mencari ruangan yang boleh dilihat oleh seluruh ahli keluarga.

9. Hiasi rumah dengan suasana Islami
Simbol-simbol Islam terkadang perlu karena pengkondisian lingkungan adalah sebahagian dari dawah. Kita boleh membeli kaligrafi Islam, atau kabah, dst. Dan mengurangkan adanya patung-patung dan sejenisnya. Tentu hal ini disampaikan secara bertahap kepada keluarga kita.

10. Memainkan tilawah atau nasyid di rumah
Mengenalkan keluarga dengan lagu-lagu yang Islami, sebagai jalan alternatif hiburan. Ar Ruhul Jadid mungkin terdengar enak di telinga kita, tapi bagi orang yang belum faham, belum tentu. Sesekali memutarkan tak mengapa, tapi jangan setiap hari. Cuba putar juga kaset-kaset slow yang disukai oleh orang yang sudah berusia, misalnya nasyid OPICK, Raihan atau Bimbo.

11. Memancing dengan ceramah subuh
Kebiasaan harus ditanamkan. Mulailah dari diri kita dahulu.Selesai shalat subuh, kita menonton ceramah subuh. Orang tua pun pasti menjadi pendengar. Setiap hari, biasakan. Maka Anda akan melihat bahawa orang tua akan menutup TV sendiri, demi menonton ceramah subuh. Dari ceramah subuh yang rutin tersebut, automatik tak ubahnya seperti pengisian harian.

12. Sabar
Sabar dalam berdawah. Jangan pernah kenal henti. Sabar dalam tingkah laku juga. Sabar dengan adik-adik jika ada, tahan kemarahan.

13. Memberi teladan
Makan dengan sederhana, tidak suka ikut ghibah bila orang tua kita berghibah, pakaian sederhana saja dan pastikan bilik tidur sentiasa kemas.

14 Ajak orang tua shalat berjamaah
Shalat berjamaah akan memberi efek yang luar biasa bagi hati. Dalam shalat ini, orang tua menjadi imam, sehingga hubungan orang tua dan anak akan kian menjadi erat karena Allah.

15. Menceritakan aktiviti di universiti
Bila kita ikut program sekolah, cubalah tunjukkan foto-foto, laporan universiti, dan VCD aktiviti universiti. Dengan ini, orang tua tak khawatir apabila ada waktu kita sering di luar rumah.

16. Membawa kawan-kawan bersilaturahim ke rumah
Sesekali, ajak kawan-kawan ke rumah untuk bersilaturahim dengan keluarga kita. Orang tua akan lebih tenang hatinya bila mengetahui bahwa anaknya bergaul dengan kawan-kawan yang baik akhlaknya.

17. Menjadi sumber ilmu
Wawasan kita juga harus luas. Misalnya ketika tengah ada masalah keluarga, tentang warisan misalnya. Nah, kita bisa memberikan penyelesaian tentang hukum waris dalam Islam. Pun hukum-hukum lainnya, seperti pernikahan, zakat, dan lain-lain.

18. Persiapan menikah
Menikah bagi ikhwah tentu ada adab-adabnya. Maka jauh-jauh hari kita harus rajin membincangkan pernikahan Islami ini agar orang tua tidak terkejut. Boleh dengan cara menceritakan walimah Islami yang kita kunjungi atau bahkan mengajak mereka ke walimahan yang Islami. Pun kenalkanla apa itu ikhwan, akhwat.

19. Memperbanyak tilawah di rumah
Rumah yang banyak dibaca tilawah di dalamnya, niscaya akan membawa ketenangan dan keberkahan di dalam rumah.

20. Ramai sedikit tak mengapa
Apa maksudnya? Iya, misalnya ada isu-isu tentang teroris, perjuangan Palestin, dan lain-lain. Kita jadikan tema ini menjadi bahan pembicaraan dan jelaskan dari sudut pandang Islam. Karena tak jarang, keluarga kita juga termakan ghazwul fikri ini.

21. Membeli majalah Islam
Media yang ada di rumah, boleh kita meriahkan dengan majalah-majalah Islam. Ada majalah MAJALAHi, AL-ISLAM,SOLEHA,ANAMUSLIM, dll.

22. Kenalkan dengan yang sebaya
Orang tua juga memerlukan komuniti yang sebaya dengannya. Tidak beza jauh dengan kita saat di universiti, yang kita lebih selesa bila berbual dengan teman sebaya. Maka kita cari tetangga ataupun keluarga yang faham Islam dan kenalkan dengan orang tua. Kita gabungkan dengan mereka dalam dawah. Kakak dan adik kita pun demikian, kenalkan mereka dengan ikhwah di lingkungan mereka. Titip menitip tarbiyah antara ikhwah wa akhwat, sudah menjadi hal yang lumrah.

23. Lemah Lembut
Berdawah harus dengan lemah lembut. Karena boleh jadi hidayah itu tidak langsung turun, tetapi memerlukan proses.

24. Berdikari, dewasa, dan tidak bermasalah.
Kedewasaan bukanlah diukur dari usia. Karena sampai bilapun kita masih boleh bermanja-manja dengan orang tua. Yang terpenting, jangan sampai kita menjadi anak yang bermasalah.

25. Musholla(tempat solat) di rumah
Bila di rumah belum ada musholla, padahal ada ruang yang kosong, maka kita ajukan cadangan untuk membangun musholla di rumah.

26. Mengajak ikut Al Quran di dalam telefon
Orang tua sibuk bekerja? Kakak sibuk kuliah? Ajaklah untuk bergabung dengan software Al Quran dalam telefon bimbit sehingga dawah itu dapat tersampaikan dimana saja dan tanpa ada had masa.

27. Kirim artikel Islam melalui email
Selain itu, ada pula email-email Islam yang boleh kita kirimkan kepada orang tua, adik, dan kakak kita.

28. Alat-alat elektronik yang Islami
Komputer dan HP(telefon bimbit), boleh kita memasukkan hal yang berkaitan Islam, nasyid, properties Islam, dll.

29. Minta pendapatnya
Meminta pendapat orang tua adalah bentuk wujud hormat kita kepada mereka. Karena dengan demikian, orang tua akan merasa dihargai kedudukannya.

30. Cari pasangan yang boleh berdawah pula
Selama ini kita berdawah sendiri. Nah, bila akan dan sudah menikah, carilah pasangan yang sekiranya dapat diajak berdawah pula dengan keluarga kita. Maka dawah bisa menjadi kuat, dua kali lipat!

31. Mampu mencari nafkah
Untuk ikhwan, setelah habis SPM ada baiknya berpenghasilan(bekerja) meskipun sedikit. Untuk akhwat, bila belum berpenghasilan, jangan banyak meminta ini itu kepada orang tua. Meski orang tua kita mampu, bukankah kesederhanaan juga bagian dari perintah agama?
Jika semua tips di atas sudah kita lakukan, maka bersabarlah karena hidayah itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Taala dan ingat, Dia menilai proses, bukan hasil. Selamat berjuang ikhwah fillah.

DIA Lebih Mengerti

Syukur Alhamdulillah akhirnya diberi kekuatan untuk aku berkongsi cerita dalam ruangan ini.
Aku bukan seorang yang mudah berkongsi masalah, justeru pada ku alam maya adalah cara yang baik untuk meluahkan apa yang terpendam semoga dapat dijadikan panduan dalam mencari cinta-NYA.
Segalanya bermula sewaktu aku dipilih menjadi ketua kolej kediaman.Jawatan, adalah antara perkara yang aku tak suka. Pada aku jawatan adalah amanah yang perlu dijaga dengan baik, dan ianya menuntut pengorbanan masa yang bukan sedikit. Aku merasakan ianya terlalu berat untuk ku.

Sedih sebab perletakan jawatan ku ditolak mentah-mentah, apatah lagi bila pemilihan dibuat berdasarkan undian rakan-rakan. Undian yang aku perolehi jauh lebih tinggi berbanding dengan rakan yang menawarkan diri untuk jawatan tersebut.
Aku menghabiskan masa selama seminggu, membuat rayuan agar perletakan jawatan ku diterima dan aku digantikan dengan rakan yang telah menawarkan diri. Namun segala-galanyan sia-sia. Akhirnya aku dengan berat hati terpaksa menerima jawatan berkenaan.

Aku sentiasa mengingatkan dan memujuk diri agar menjalankan segala tugas dengan penuh tanggungjawab kerana itu adalah amanah dan kepercayaan rakan-rakan, pensyarah dan warga kolej ku.
Perkara yang sama turut terjadi kepada pihak bro, yang mana beliau juga dipilih dan terpaksa merelakan diri untuk memegang jawatan berkenaan.
Disebabkan jawatan, kami banyak bekerjasama. Dan itulah permulaan segalanya, kerana sebelumnya aku memang tidak mengenali beliau. Disebabkan kami selalu bertemu dan berbincang keakraban mula terjalin, aku sedar akan risiko yang mungkin terjadi.
Aku berusaha untuk mengawal hati dan perasaan, kerana matlamat ku nak dapatkan degree dan berbakti untuk agama dan bangsa.
Tidak akan terjalin sebarang hubungan perasaan sebelum terlafaznya akad juga menjadi pegangan ku.

Aku dikelilingi dengan rakan-rakan yang majority bercouple, keadaan ini menjadikan aku lebih berhati-hati.
Sedih dan malu apabila melihat saudara seagama berpimpin tangan tanpa sebarang ikatan yang sah.
Apa yang aku mampu buat hanyalah berdoa moga diberikan hidayah buat mereka, lemahnya iman.

Kadangkala aku berusaha mencegah dengan lidah, namun jawapan-jawapan yang sering aku terima menjadikan aku lebih senang mencegah dengan hati.
Keakraban aku dan bro menjadi perbualan, namun aku lebih senang untuk tidak ambil kisah, mulut manusia semua nak dicerita. Pada aku yang penting aku terus menjaga batasan dalam pergaulan, Alhamdulillah bro juga faham apa yang terjadi.
Sepanjang kami bekerjasama segalanya berjalan dengan baik. Setelah tamat tempoh jawatan, aku berasa sungguh gembira setinggi-tinggi kesyukuran aku panjatkan buat yang Esa.

Namun apa yang aku harapkan, jauh menyimpang, aku diberi jawatan lain. Apa yang berlaku sewaktu aku di tahun satu kembali berulang.
Bro turut memegang jawatan dan kami terus bekerjasama. Sepanjang tempoh pengajian kami memegang pelbagai jawatan yang banyak menuntut untuk kami bekerjasama. Tanpa sedar perasaan yang cuba aku jauhi datang juga menyinggah hati.
Sungguh aku sedikit tertekan kerana aku tahu andai aku melayani perasaan tersebut ianya akan membawa aku menghampiri zina dan menghancurkan pegangan ku untuk tidak terlibat dengan sebarang hubungan sebelum akad.

Doa ku andai dia adalah yang terbaik buat ku, untuk agama ku dan seluruh kehidupan ku, mohon ku dipermudahkan oleh-NYA yang ku yakini Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hamba-NYA.
Segalanya aku pendamkan sendiri, aku turut menyedari perubahan bro. Namun pada ku apa yang terbaik adalah mengawal keadaan untuk tidak membenarkan sebarang pintu yang mungkin mendorong kami menjalin sebarang hubungan.
Bro pernah bagi hint padaku, tapi aku tidak pernah memberi jawapan. Aku tahu andai aku beri jawapan bermakna aku membuka jalan.
Walhal keadaan tidak memungkinkan kami menjalin hubungan yang lebih daripada seorang sahabat secara sah.
Padanya aku maklumkan tentang pandangan dan pegangan ku tentang hubungan antara muslimin dan muslimah.
Aku mahu salam perhubungan dari bro yang membina hubungan dengan matlamat untuk mengejar cinta-NYA.

Bro tidak bersetuju bila aku memaklumkan, sebelum akad keluarga aku adalah keutamaan. Dan andai aku punya pilihan sekiranya keluarga ku menentang aku akan menuruti kehendak keluarga ku.
Bro seorang yang popular di kalangan sis, dan aku menyedari ada pihak yang kurang senang dengan keakraban kami.

Aku hanya memakai tudung segi dan tidak terlibat dengan usrah kampus. Dan perkara tersebut seringkali ditegur oleh bro, bro selalu memaklumkan yang dia mahukan seorang sis yang bertudung labuh dan aktif dengan aktiviti kerohanian.
Sementara aku lebih senang terlibat dengan insan-insan yang berusaha menegakkan syiar-NYA di luar kampus.
Segalanya padaku cukupla hanya aku, Allah dan rakan-rakan seperjuangan yang tahu. Sehinggalah pada suatu malam aku menghadiri liqa’, dan liqa’ pada malam tersebut berakhir agak lewat berbanding malam-malam sebelumnya.
Aku berjalan sendiri pulang ke kolej kediaman, aku tahu risikonya. Namun aku tidak punya pilihan, aku sedar ada mata yang memandang namun aku lebih senang untuk tidak mengetahui siapa mereka. Aku sedar aku perlu bersedia untuk menerima sebarang sindiran.

Aku redha andai keseorangan ku pada malam itu disalah tafsir.
Sudah menjadi lumrah di kolej kediaman ku, apabila ada sis yang lewat pulang ke kolej pasti ada mulut yang akan berbicara membuat andaian.
Kerana keindahan malam seringkali dicemari oleh pasangan yang berkasih-kasihan, dan itu adalah punca utama yang menyebabkan seorang sis selalunya balik lewat ke kolej.
Keesokannya, sewaktu terserempak dengan bro di kafe dengan sinisnya bro menyapaku, “sibuknya semalam dah la lewat balik, sorang-sorang pulak tu”, aku hanya mampu tersenyum.
Tidak mungkin bagi ku memaklumkan apa sebenarnya yang berlaku, lantaran penglibatan dan aktivitiku tidak pernah diketahuinya.
Sewaktu semester akhir, aku dapat tahu bro dah jatuh hati dengan seorang sis yang agak popular dalam aktiviti kerohanian kampus dan yang pasti sis berkenaan bertudung labuh.

Segalanya berubah, apabila ada mesyuarat dan aktiviti kolej bro seringkali sibuk melayan handphone. Tidak seperti sebelumnya, bro yang baru jatuh hati ini padaku cukup berubah.
Segala tanggungjawabnya tidak lagi dilaksanakan dengan jayanya seperti sebelumnya, aku cuba berlapis dalam memberi teguran itupun atas desakan rakan-rakan yang sudah bengang dengan sikap bro yang tidak lagi melaksanakan tugasnya dengan baik. Rakan-rakan bro pernah menegurnya namun tidak berhasil.
Aku berusaha mengumpul kekuatan dan cuba mengingatkan bro tentang tanggungjawabnya dan hukum couple, namun teguran ku disalah tafsir. Sudanya, hubungan kami agak tegang.
Aku hanya mampu berdoa, andai sebelumnya bro lantang menegur pasangan-pasangan yang jalan berduaan, tetapi kini bro lah yang melakukannya. Aku hanya mampu berdoa, agar dititipkan kesedaran dalam hati mereka.

Tingkah bro menyebabkan ramai rakan yang memulangkan ‘paku buah keras, kepadanya’, malah ada yang memberi mereka julukan ‘belangkas islamik’.
Setelah tamat pengajian, semua membawa haluan masing-masing.
Suatu hari sewaktu memeriksa emel, tiba-tiba bro muncul meminta aku menambahnya dalam list YM ku.
Sejak itu, kami sering bersembang tentang rakan-rakan dan kerjaya. Namun ku kira bro agak mudah bercerita tentang apa yang dilaluinya. Kadangkala aku agak terganggu dengan cerita-ceritanya.

Justeru aku memilih untuk menambah batasan yang sedia ada antara aku dan dia.
Kerana ku kira itulah yang terbaik………untuknya aku sentiasa doakan yang terbaik, moga dipermudahkan segala urusannya…..
cerita kita adalah kenangan dan panduan, untuk aku meneruskan perjuangan di bumi Allah ini….
terima kasih atas segala memori lalu, Alhamdulillah hati ku kini semakin yakin bahawa hubungan selepas akad adalah yang terbaik……

www.iluvislam.com

Protokol Yahudi Siri 4

PBB sebagai Wasilah

Jadi bagaimanakah mereka akan sampai kepada tujuan mereka untuk menguasai dunia itu?. Caranya ialah melalui Persatuan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) atau United Nations. Kuasa PBB akan semakin bertambah dan mereka akan memerintah dunia melalui PBB. Semua kerja-kerja mereka akan dilakukan atas nama PBB dan tidak ada negeri lain yang akan dapat menghalang mereka.
Ada banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahawa mereka akan memulakan ini pada tahun 2000 dan pemimpin pertama mereka akan naik selepas Boutros Ghali atau selepas orang yang naik selepas Boutros Ghali. Pemimpin mereka yang akan naik pada masa itu ialah orang yahudi.

Salah satu dari tanda-tanda yang menunjukkan bahawa mereka ingin menjadikan PBB semakin kuat ialah baru-baru ini Boutros Ghali meminta tiap-tiap negeri di dunia ini menghantarkan 1,000 orang tentera kepada PBB (Jumlahnya ialah 160,000) dan semua tentera ini akan diletakkan di bawah kuasanya. Ini akan menjadikan beliau salah seorang dari orang yang paling kuat di dunia dan ditambah pula dengan kekuatan moral yang ada di belakang PBB kerana semua tindakannya akan dilakukan atas nama PBB, bukan atas nama sesebuah negeri. Dan ini hanyalah sebagai permulaannya sahaja. Ada banyak lagi tindakan-tindakan lain di dalam perancangan mereka untuk menguasai dunia.
Janji Allah Pasti Berlaku

Tetapi, apa yang harus kita ingat ialah janji kemenangan dari ALLAH untuk orang-orang yang beriman. Sama ada kita akan mengalahkan mereka sebelum mereka membina kerajaan mereka, atau mereka akan dapat menubuhkan kerajaan mereka dahulu dan kita akan mengalahkan mereka selepas daripada itu hanya ALLAH sahajalah yang Maha Mengetahui.
Ada banyak ayat-ayat ALLAH di dalam Al Quran yang menceritakan tentang kerja-kerja jahat orang yahudi. Kerja-kerja jahat mereka itu adalah besar dan bercorak antarabangsa, bukan untuk merosakkan tempat-tempat tertentu sahaja.
Firman ALLAH, maksudnya:

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu (Lauh Mahfudz): ‘Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka bermaharajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti tertaksana.
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh kamu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), nescaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.’ (Al Israa’: 4-8)
Dalam bahagian yang lain pula, ALLAH berfirman, maksudnya:
“Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu’jizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka, lalu Fir’aun berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir’.

Musa menjawab: ‘Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahawa tiada yang menurunkan mu’jizat-mu’jizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa’.
Kemudian (Fir’aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Fir’aun) serta orang-orang yang bersama dia seluruhnya, dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil: ‘Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, nescaya kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu).”

(Al Israa’: 101-104)
Manakala hadith pula, ada satu sabda Rasulullah (saw), yang maksudnya:
“Hari Qiamat tidak akan datang sebelum umatku berperang dengan orang-orang yahudi. Orang-orang Islam akan membunuh orang-orang yahudi. Bahkan pada masa itu, batu-batu dan pokok-pokok pun akan memberitahu orang-orang Islam, “Wahai Muslim, wahai hamba ALLAH, ada yahudi bersembunyi di belakangku, datang dan bunuhlah dia,” kecuali ‘Al Gharkat’. Sesungguhnya Al Gharkat itu adalah pokok yahudi.” (Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)

Sekarang ini kita boleh dapati banyak sekali pokok-pokok gharkat ditanam di Israel. Jadi kita dapat lihat bahawa yahudi pun percaya kepada hadith-hadith Rasulullah (saw).
Ada satu kejadian yang berlaku di Israel pada tahun 1967, setelah mereka berjaya menawan Al Aqsa. Menteri pertahanan Israel pada masa itu, Monshe Dayan, pergi melawat salah satu tempal yang baru mereka tawan. Ada seorang budak muda di situ yang melaungkan kepada Moshe Dayan bahawa mereka akan melawan dan mengalahkan Israel. Lalu dijawab oleh Moshe Dayan,
“Bukanlah kami tidak mempercayai Nabi kamu, tetapi bukan kamu yang akan kalahkan kami.”

Maksudnya, orang-orang Palestin sahaja tidak akan dapat mengalahkan Israel, tetapi orang-orang Islamlah yang akan dapat mengalahkan mereka kelak, Insha ALLAH.
Para mufassirin dahulu tidak ada yang meramalkan bahawa yahudi akan naik kembali setelah mereka dikalahkan oleh orang-orang Islam. Mereka menafsirkan ayat yang mengatakan yahudi akan berkuasa dua kali dan kemudian dikalahkan itu sebagai, yang pertamanya, ketika Babylon menyerang orang-orang yahudi dan menawan tiga puak yahudi (daripada 12 puak) dan membawa mereka ke Babylon. Kali kedua pula menurut mereka adalah ketika Babylon atau Rom memusnahkan Palestin. Tidak pernah terfikir oleh mereka bahawa Islam akan dijatuhkan setelah ia naik untuk kali pertamanya dan yahudi akan dapat menguasai Palestin kembali.

Tetapi para mufassirin sekarang berpendapat bahawa kali pertama yahudi berkuasa itu adalah ketika sebelum kenaikan Islam di Madinah dahulu dan kali keduanya ialah sekarang dan InsyaAllah kitalah yang akan memusnahkan mereka pada kali ini seperti yang telah disebut di dalam hadith Rasulullah (saw) itu tadi.
sahabatpalestin.blogspot.com

Mengapa Perlu Berkahwin?

1. Aku tidak mahu berkahwin!, Aku bosan dengan orang lelaki yang berhidung belang! Lelaki sekarang hanya mahu kepuasan nafsu sahaja tapi tidak reti untuk membimbing! Nak jadi imam pun tak tahu.. Solat jauh sekali!!

2. Buat ape aku perlu berkahwin? aku dah ada kerjaya sendiri. Hidup aku lebih aman damai, tak perlu ribut tentang anak-anak. Aku enjoy dengan kehidupan sekarang nih.

3. Saya takutlah nak berkahwin, tak bersedia, nanti banyak sangat komitmen..

4. Mampukah saya menjadi isteri/suami yang baik?.. Berkahwin bukan untuk bercerai..

*****

Mungkin kita pernah mendengar pernyataan di atas yang berbentuk luahan hati dan perasaan dari sahabat kita atau orang yang pernah merasakan kepahitan hidup akibat dari latarbelakang keluarga yang tidak harmoni. Bahkan juga dari mereka yang takut dan risau memberikan komitmen dalam perkahwinan.

Zaman ini, menunjukkan ramainya mereka yang bekerjaya profesional, hidup mewah tidak mahu berkahwin. Terutamanya apabila yang sudah mempunyai pendapatan tetap sendiri, dirasanya hidup tidak perlu kehadiran orang lelaki/perempuan..


Mengapa Perlu Berkahwin ?

Persoalan di atas adalah soal pokok terutamanya mereka yang akan berkahwin, 'bercouple', dan juga kepada mereka yang tidak mahu berkahwin samada takut, risau, serta alasan yang lain. (Kecuali mereka yang mempunyai penyakit yang boleh mendatangkan bahaya atau kecacatan kepada pasangan seperti HIV, AIDS, sopak dan kusta. Serta mereka yang mempunyai sikap yang jahat, tidak mahu/mampu memberi nafkah kepada isteri, mahu mendera dan membalas dendam ke atas isteri/suami).

Perkahwinan sebenarnya adalah untuk menyahut seruan fitrah manusia yang telah difitrahkan oleh ALlah. Manusia mempunyai keinginan dan kehendak terutamnya di dalam persoalan seksual. Islam telah menetapkan jalan di mana perkahwinan sahajalah yang menjadi penyelesai masalah bagi memenuhi tuntutan tersebut.

Dari Abi Samrah r.a menyatakan :
Nabi melarang daripada hidup membujang. (Riwayat at Tirmidzi dalam kitab perkahwinan, bab meninggalkan perkahwinan).

Saad bin Abi Waqqas r.a berkata : "RasuluLLah telah menolak permohonan Osman bin Maz'un untuk hidup membujang. Kalaulah RasuluLlah membenarkannya nescaya kami akan mengembiri. (Riwayat Muslim dlam Kitab Nikah, bab sunat berkahwinan bagi sesiapa yang berkeinginan, nombor 1402).

Di zaman ini, lihatlah, terdapat antara kita yang mempunyai keinginan tetapi disalurkan di jalan yang dimurkai ALLah. Ada yang menolak perkahwinan tetapi mereka tidak dapat membendung keinginan serta menjauhkan diri dari fitnah terhadap lelaki dan wanita. Ia sendiri tidak dapat menjaga diri dari anasir yang tidak elok. Akhirnya ada yang telah menghampiri kepada zina serta menjerumuskan diri di dalamnya. Anak-anak luar nikah dikandungnya, ada yang dibunuh, dibuang, dan juga dibela.

Ada juga yang mengatakan ingin sahaja membela anak angkat. Sayangnya di dalam Islam, anak angkat tidak pula dibolehkan mewarisi hartanya. Di masa tua pula, ia tetap juga merasa kesepian dan kelainan disebabkan anak yang dibela sejak kecil tetap bukan anak dari darah dagingnya sendiri.

Perkahwinan untuk melahirkan keturunan yang soleh dan berkualiti

Sabda RasuluLLah s.a.w yang bererti : "Kahwinilah perempuan yang pengasih dan mampu melahirkan ramai anak kerana aku berbangga dengan umatku yang ramai pada hari kiamat. (Riwayat Abu Daud dalam sunannya : KItab nikah, bab larangan daripada menikahi perempuan yang tidak boleh melahirkan anak, nombor 2050; An Nasai dalam kitab nikah, bab makruh mengahwini perempuan mandul, nombor 65/6)

Dengan jalan yang halal ini, maka ia dapat membentuk institusi kekeluargaan sekaligus institusi masyarakat Islam yang dipenuhi dengan generasi yang berkualiti. Jauh bezanya dengan anak yang lahir dari perbuatan zina. Mereka adalah generasi yang terbuang yang tidak mengenali sama sekali siapakah ibu dan ayah mereka. Mereka lahir dalam keadaan jiwa yang membenci dan dendam kepada kedua orang tuanya, masyarakat sekeliling dan manusia keseluruhannya.

Jiwa tenang dengan jalan pernikahan

Perkahwinan yang halal akan menghasilkan ketenangan dan ketenteraman. Firman ALLah ta'ala yang bererti :
"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan dan rahmat-Nya bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki,) isteri-isteri dari jenis kamu sendiri supaya kamu bersenang hati dan hidup kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir". (Ar Rum :21)
Berapa ramai manusia yang menolak perkahwinan fikiran dan hatinya tidak berasa tenang, tiada teman untuk dikongsi masalah? Tidak dapat merasakan hubungan halal antara lelaki dan wanita melalui jalan perkahwinan? Fikiran sentiasa runsing dengan masalah-masalah yang tidak terluah yang mengegarkan jiwa dan fikiran, perasaannya tertekan, kemurungan lalu membawa kepada perasaan malu dan pesimis.

Perkahwinan meluaskan persaudaraaan dan membina prinsip kerjasama.

Sebelum perkahwinan - kita akan fikir untuk hidup buat diri sendiri sahaja. Kurang bertanggungjawab dan kematangan dalam pengurusan hidup. Solat bersendirian, berdoa, tawa dan tangis juga berseorangan.

Sebelum berkahwin - tidak banyak ilmu yang ditimba untuk menjadikan diri sebagai individu Muslim yang dapat menjalankan tugas sebagai khalifah yang lebih sempurna. Kita tidak kenal istilah suami dan isteri, ibu dan bapa serta anak. Tidak juga mengetahui apa itu munakahat yang menyentuh tentang bab kekeluargaan seperti talaq, khuluq, hadonah (hak penjagaan anak), aqiqah dan sebagainya. Maka dengan jalan perkahwinan menjadikan diri bersiap sedia dengan ilmu untuk menguruskan sebuah keluarga. Seorang suami sebagai imam solat dan pemimpin, isteri sebagai teman dan pendokong kepada suaminya di kala susah dan senang.

Isteri akan membantu suami di dalam urusan seharian, makan pakainya, tempat tinggal dan anak-anak. Suami pula akan bersama di dalam mencari rezeki yang halal, mempertahankan, melindungi dan memelihara kehormatan isteri.

Dengan jalan halal yang telah digariskan oleh Islam, daerah persaudaraan akan semakin meluas. Saling kenal mengenali antara sesama dua keluarga yang telah disatukan di atas jalan ini. Ia akan melahirkan suatu ikatan baru dan saling berkasih sayang antara satu dengan yang lain.

Carilah saluran yang halal, dengan jalan perkahwinan dapat menjamin kesejahteraan masyarakat, menyebarkan kebaikan, penjagaan akhlak serta pengekalan keturunan manusia.
"Dan kahwinilah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) di antara kamu, dan orang soleh daripada hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, ALLah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurnia-Nya, kerana ALlah amat luas (rahmat dan limpah kurnia-Nya), lagi amat mengetahui". (An Nur : 32)

Kekayaan yang Sejati dan Hakikatnya

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Muhammad saw bersabda,¨Bukan dianggap memiliki kekayaan itu dari sebab benda atau harta yang dimiliki, tetapi kekayaan yang sejati ialah kaya dalam hal kejiwaan.¨ Hadis riwayat Bukhari dan Muslim
Kaya..semua orang nk jadi kaya..tapi dari segi apa kita mempunyai pendapat yang berbeza.. harta.. emas.. perak.. budi.. senyuman.. ilmu.. dan bermacam2 lagi..kaya bukanlah sesuatu yang salah.. tapi sejauh mana ketepatan takrifan kaya untuk diri kita yang mengharapkan keredhaanNya.. tidak salah untuk kaya harta.. tetapi adalah lebih baik untuk kita mengejar kekayaan jiwa dahulu sebelum kekayaan duniawi kita kejar.. pun begitu.. adalah tidak salah jika kita hendak melaksanakannya seiring.. tetapi ketaksuban mengejar harta dunia haruslah dijauhi.. kerana hidup ini hanya sementara.. mati tak mengenal usia.. kita sebagai umat Islam digalakkan bersederhana.. ramai sahabat2 nabi pada zaman dahulu mrnggadaikan kekayaan hart semata2 untuk memenuhi kekayaan jiwa... tidak mudah bagi kita untuk mendapatkan kedua2nya. Melainkan atas kehendak Allah terhadap orang yang dikehendakinya... kerana hakikatnya.. to gain something.. we must sacrifice something.. apakah yang dimaksudkan tentang kaya dalam hal kejiwaan?
Hmm...berat juga untuk ana antuk memperkatakan tentang perkara ini.. namun.. untuk teguran atas diri ana juga.. ana akan cuba kongsikan sedikit sebanyak ilmu Allah yang diilhamkan kepad ana..

Seorang penyair arab ada mengatakan:
Barangsiapa yang mempergunakan seluruh waktunya untuk mengumpulkan harta benda,sebab takut akan menjadi fakir miskin,maka itulah orang yang melakukan amalam yang fakir,
Kekayaan jiwa.. amat sinonim dengan hati.. hati yang kosong amat mudah dipengaruhi dengan kebatilan dan kekufuran.. manakala hati-hati yang sering diisi dengan rasa cinta terhadap Allah.. seringkati dikurniakan kekayaan yang abadi.. apa itu kekayaan yang abadi?? Hmm... sebagai manusia.. pastinya kita mendambakan hidup yang penuh dengan pengertian dan kemanisan.. dan sentiasa mendapat keredhaan.. ketenangan amat diharapkan agar segala yang diharap berjalan dengan lancar.. kegoyahan akal dan emosi menyebabkan kita sukar untuk berfikir dengan waras.. Allah telah memberikan banyak panduan untuk mendapatkan kekayaan jiwa ini.. dengan memngingati Allah.. pasti hati kita akan jadi tenang.. kerana kita sentiasa sedar akan kehadiranNya yang sering menjaga kita..

Duhai sahabat.. usahlah antum risau jika harta tidak berbondong-bondong.. emas tidak berkati-kati.. sebaliknya risaulah sekiranya hati kosong.. jiwa miskin.. dan akal papa.. carilah ubat hati yang lima.. tunaikanlah kewajiban dan tinggalkan laranganNya.. agar kelak.. kekayaan yang hakiki dapat kita raih..
Wallahuaĺam..

Jodoh Ku

Jodoh tiada kaitan dengan keturunan. Hanya belum sampai masanya. Ia bagai menanti jambatan untuk ke seberang. Kalau panjang jambatannya jauhlah perjalanan kita. Ada org jodohnya cepat sebab jambatannya singkat. Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat. Dan usia 35 tahun belum apa2 kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk membina kecemerlangan. Nyatakanlah perasaan dan keinginan anda itu dalam doa2 lewat sembahyang. Allah mendengar.

Wanita baik untuk lelaki yang baik, sebaliknya wanita jahat untuk lelaki yang jahat. Biar lambat jodoh asalkan mendapat Mr Right dan biar seorang diri drpd menjadi mangsa lelaki yang tidak beriman kemudian nanti. Memang kita mudah tersilap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu sangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini. Hakikatnya, apabila kita benar2 mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga dtg bersama masalah.

Kita selalu melihat org memandu kereta mewah dan terdetiklah di hati kita, bahagianya org itu. Hakikatnya apabila kita sendiri telah memiliki kereta mewah kita ditimpa pelbagai kerenah. Tidak mustahil pula org yang memandu kereta mewah(walaupun sebenarnya tak mewah) terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi jalan. Orang lain membeli dengan harga biasa, dia terpaksa membayar berlipat ganda.

Ketika anda terperangkap dalam kesesakan jalan raya, motosikal mencelah-celah hingga mampu berada jauh di hadapan. Anda pun mengeluh, alangkah baiknya kalau aku hanya menunggang sebuah motosikal seperti itu dan cepat sampai ke tempat yang dituju. Padahal si penunggang motosikal mungkin sedang memikirkan bilakah dia akan memandu kereta di tengah tengah bandar raya.

Bukan semua yang anda sangka membahagiakan itu benar2 membahagiakan. Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda, pasti ada baik buruknya.

Demikian juga perkahwinan. Ia baik sebab ia dibenarkan oleh agama, sunnah Nabi, sebagai saluran yang betul untuk melepaskan shahwat di samping membina sahsiah dan sebagainya, tapi ia juga buruk sebab ramai org yang berkahwin hidupnya semakin tidak terurus.

Ramai orang menempah neraka sebaik sahaja melangkahkan kaki ke alam berumahtangga. Bukankah dengan ijab dan Kabul selain menghalalkan hubungan kelamin, tanggungjawab yang terpaksa dipikul juga turut banyak? Bukankah apabila anda gagal melaksanakannya, anda membina dosa seterusnya jambatan ke neraka?

Berapa ramaikah yang menyesali perkahwinan masing2 padahal dahulunya mereka bermati-matian membina janji, memupuk cinta kasih malah ada yang sanggup berkorban apa sahaja asalkan segala impian menjadi nyata?

Jika tidak sanggup untuk bergelar isteri tidak usah berkahwin dulu. Jika merasakan diri belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah,belajarlah dulu. Jika rasa2 belum bersedia untuk bersabar dgn kerenah anak2, carilah dulu kesabaran itu. Jangan berkahwin dahulu sebab kenyataannya ramai yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi telah melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar berpaut tatkala cuba mendaki naik.

Berkahwin itu indah dan nikmat bagi yang benar2 mengerti tuntutan2nya. Berkahwin itu menjanjikan pahala tidak putus2 bagi yang menjadikannya gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan syurga sebagai matlamat. Berkahwin itu sempadan dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan - bagi yang mengetahui rahsia2nya.

Berkahwinlah anda demi Tuhan dan Nabi-Nya, bukan berkahwin kerana perasaan dan mengikut kebiasaan. Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga anda membuka lorong2nya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang. "

Seorang teman pernah berpesan..

"Kadang2 Allah sembunyikan matahari..
Dia datangkan petir dan kilat..
kita menangis dan tertanya-tanya,
kemana hilangnya sinar..
Rupa2nya.. Allah nak hadiahkan kita pelangi.." "

www.Halaqah.Net
khairul
editor:Munaliza Ismail

Sering merendah diri antara enam tanda taubat diterima

SEORANG ahli hikmah berkata: Sifat orang yang mengenali Allah ada enam: jika ia ingat kepada Allah ia berbangga; jika ingat kepada dirinya, ia merendah diri; jika ia melihat ayat Allah (al-Quran) ia mengambil iktibar; jika ingin bermaksiat, ia menahan diri; jika ingat kemaafan Allah ia gembira dan jika ingat dosanya, ia terus memohon keampunan Allah.

Seorang ahli hikmah lain ketika ditanya: "Apakah tanda taubat diterima Allah? Jawabnya, ada empat tanda iaitu putus hubungan dengan kawan yang tidak baik (jahat) dan bersahabat dengan orang salih; menghentikan maksiat sebaliknya rajin melakukan perintah Allah; hilang rasa kesenangan dunia di hatinya, lalu selalu ingat kesusahan di akhirat; percaya jaminan Allah dalam soal rezeki, lalu sibuk mengerjakan perintah Allah.

Abul-Laits Assamarqandi berkata, dosa ada dua jenis iaitu antara kamu terhadap Allah dan dosa kamu sesama manusia. Dosa antara kamu dengan Allah terlepas dengan tiga syarat taubat iaitu menyesal dalam hati; niat tidak mengulangi kesalahan dan membaca istighfar dengan lidah.

Sesiapa yang melakukan tiga syarat itu, Allah ampun dosanya sebelum ia bangun dari tempat duduknya, kecuali jika ia meninggalkan fardu diwajibkan Allah.

Selepas ia menunaikan fardu diperintah lalu menyesal dan beristighfar, Allah mengampunkan. Namun jika dosa kamu sesama manusia, selagi mereka tidak memaafkan atau menghalalkannya, tidak berguna taubat bagimu.

Sumber Abullaits Assamarqan dalam buku, Tanbihul Ghafilin

Rahsia dan Nikmat disebalik erti "SABAR"

MAKSUD "sabar" dalam konteks amalan batin ialah menahan hawa nafsu daripada dipengaruhi oleh sebarang gelora atau kegemparan hati atau tekanan jiwa atau perasaan atau rangsangan yang menimbulkan rasa marah atau berontak, resah- gelisah, tidak rela, sugul, kecewa atau putus asa, akibat daripada pengalaman menghadapi kesusahan, ketidak-selesaan atau sesuatu keadaan yang tidak disukai atau tidak diingini.

Kesabaran itu harus meliputi empat tindakan, iaitu:

* tabah dan tekun dalam mengerjakan taat atau ibadat kepada Allah;

* menahan diri daripada melakukan maksiat atau kemungkaran;

* memelihara diri daripada dipukau oleh godaan dunia, nafsu dan syaitan;

* tenang/teguh hati menghadapi cubaan atau musibah.


Sabar yang demikian itu adalah suatu tuntutan dalam agama dan merupakan satu ibadah, malah segala ibadat itu didirikan di atas sabar, kerana dalam mengerjakan ibadat itu kita terpaksa menanggung kepayahan dan pengorbanan.

Malah, dalam segala lapangan, kita perlu bersabar dan menangani segala kesukaran dan rintangan yang dihadapi. Orang yang gagal bersabar tidak akan tercapai matlamat dan manfaat ibadatnya. Antara tujuan kita disuruh mempertahankan kesabaran itu ialah:

Pertama, supaya dapat mengerjakan ibadat dengan tenteram dan dapat mencapai kesempurnaan dan seterusnya mencapai matlamatnya. Jika tidak bersabar, tekanan dan ekoran daripada pelbagai kesukaran atau daripada padah pelbagai musibah menjadikan kita keluh-kesah, lalu kehilangan punca kekusutan dan pertimbangan. Keadaan ini tentulah akan mengganggu konsentrasi dan penghayatan dalam kerja ibadat, khususnya. Kadang-kadang sampai tidak dapat meneruskannya.

Kedua, untuk mencapai kejayaan (kebajikan dunia dan akhirat).

Antara firman Allah Taala tentang hal ini ialah: "Dan Kami jadikan antara mereka itu pemimpin yang memberi pertunjuk dengan perintah kami ketika mereka bersabar". (QS. 32:24); "Mereka itulah orang-orang yang dibalas (dikurniakan) bilik (martabat yang tinggi di syurga) kerana mereka bersabar (menjunjung taat kepada Allah), dan mereka dialu-alukan di dalamnya (syurga) dengan penghormatan dan ucapan salam kesejahteraan (oleh para malaikat)". (QS. 25:75); "Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu dicukupkan ganjaran pahala mereka tanpa batas". (QS. 39:10);

Allah Taala menganjurkan kita supaya bersabar. Firman-Nya (mafhumnya): "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dan menghadapi musibah), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka). (QS. 3:200).

Apabila seseorang itu berjaya mempertahankan kesabarannya dalam keempat-empat keadaan tersebut di atas, maka tercapailah darjat istiqamah dan taat dengan mendapat ganjaran pahalanya yang besar. Orang itu tidak akan terjatuh ke jurang maksiat.

Saiyidina Ali Abu Talib k.a.w pernah bermadah, maksudnya: Jika engkau bersabar, takdir itu berlaku juga ke atas diri mu, tetapi engkau dikurniakan ganjaran pahala. Jika engkau tidak sabar pun, takdir tetap berlaku juga ke atas dirimu dan engkau berdosa.

DALAM konteks menghadapi ujian (qadhak) atau musibah atau mala petaka, seseorang hamba Allah itu, insya Allah, akan berjaya mengekalkan kesabarannya , jikalau dia sentiasa mengingati atau mengekalkan kesedaran tentang hakikat atau hikmat musibah itu, atau jika hamba Allah itu sentiasa menaruh sangkaan baik terhadap Allah Taala. Malah, dengan yang demikian, kesabaran dan keimanannya akan bertambah teguh.

Sebagai perbandingan tentang hakikat musibah itu, kita katakan ada seorang bapa yang melarang keras anaknya memakan sejenis makanan yang amat digemari oleh anaknya itu. Sebaliknya sang bapa itu memaksa anaknya memakan makanan biasa daripada bahan yang murah, walaupun dia cukup mampu membeli makanan istimewa yang menjadi kegemaran anaknya itu. Apakah penerimaan atau reaksi sang anak terhadap tindakan bapanya itu?

Dan apakah kata kita terhadap sang bapa itu? Mungkin ramai antara kita akan mengatakan sang bapa itu kedekut, bakhil,tidak bertimbang rasa dan sebagainya. Akan tetapi kita tidak harus menuduh sebarangan kepada sang bapa itu sebelum kita tahu apa tujuan dia bertindak demikian. Kita harus mencari sebab-musababnya.

Inilah tindakan wajar orang yang bersabar. Demikianlah antara cara kita berhadapan dengan keadaan yang tidak menyenangkan kita atau apabila menerima cubaan atau musibah yang ditakdirkan oleh Allah Taala ke atas diri kita. Kita tidak harus terus melenting marah atau kesal mengikut arus perasaan atau rangsangan nafsu dan syaitan, kerana kita tidak tahu rahsia hakikat dan hikmat di sebalik takdir itu.

Bandingannya, katakan kita tahu, tujuan sang bapa tersebut bertindak demikian adalah kerana anaknya itu sedang mengidap suatu penyakit yang mengikut doktor, sang anak itu akan menghadapi bahaya apabila memakan makanan kegemarannya itu.

Sekarang apa kata kita? Tidakkah tuduhan-tuduhan terhadap sang bapa tadi tergugur dengan sendirinya? Dan, sang anak itu pula, apa bila mengetahui tujuan bapanya itu, apakah wajar memarahi bapanya atau berkecil hati atau menyesali tindakan bapanya itu? Sekarang tentulah kita akan mengatakan, sang bapa itu adalah seorang bapa yang bertanggungjawab dan anaknya pula tidak sepatutnya menyesali tindakan bapanya yang demikian. Katakan lagi, sang bapa membawa anaknya itu ke hospital, lalu ditahan di wad hospital itu. Maka itu terpenjaralah sang anak di hospital, terpaksa berpisah dengan keluarga dan kawan-kawanya. Selain itu dia terpaksa minum dan menelan ubat-ubat yang pahit dan disuntik. Rawatan seterunya ialah pembedahan.

Pada zahirnya, sang anak itu menderita terseksa, tetapi apabila diyakini, bahawa 'seksaan' itu adalah untuk menyelamatkannya daripada ancaman dan seksaan sebenar yang berpanjangan daripada penyakit yang dihidapinya itu, maka 'seksaan' sementara itu seharusnya diterima dengan hati terbuka, penuh rela, tenang, dan sabar.

Demikianlah semestinya penerimaan kita terhadap musibah atau ujian daripada Allah Taala. Sebenarnya penyakit itu sendiri merupakan suatu cubaan atau musibah. Melalui penyakit, kita diuji oleh Allah Taala sejauh mana kesabaran dan keimanan kita, sejauh mana dan bagaimana usaha atau ikhtiar kita merawatinya, sama ada dengan cara yang bersendikan tawakal dan tafwid atau melibatkan perbuatan syirik, yakni bergantung kepada yang lain daripada Allah dan melakukan perkara-perkara mungkar yang lain.

Dan, kalau ditakdirkan usaha rawatan itu gagal dan penyakit itu bertambah tenat, maka itu adalah ujian yang lebih besar, khususnya kepada pengidap penyakit itu. Kalau penyakit itu akhirnya membawa maut, maka ujian itu melibatkan keluarga pula. Hikmat dan hakikat di sebalik apa yang ditakdirkan Allah itu, sama ada yang baik ataupun yang buruk, kita tidak tahu.

Sebab itu kita perlu bersabar menerima dan menanggungnya. Kita sebagai hamba Allah hendaklah menghadapinya dengan hati yang tenang, penuh kerelaan, penuh kesabaran; di samping berikhtiar mengatasinya dengan seberapa daya mengikut kemampuan kita sebagai manusia, hamba Allah.

Untuk mewujudkan kesabaran, kita hendaklah sentiasa menyedari, bahawa kadar dan waktu berlakunya kesusahan atau musibah itu adalah di bawah takdir Allah Taala yang maha berkuasa. Ketetapan kadar itu tidak bertambah atau berkurang dan waktunya tidak terdahulu atau terkemudian. Dan, untuk memelihara atau mengekalkan kesabaran itu pula, kita hendaklah sentiasa mengingati bahawa kesabaran itu bakal dibalas dengan ganjaran kebajikan dan pahala yang disimpan khas oleh Allah Taala.

Demikianlah, kesabaran itu merupakan ubat yang paling pahit tetapi paling mujarab. Yakinlah, keberkatan daripada kesabaran itu membawa manfaat kepada kita sekali gus menolak mudarat daripada kita. Sebagai ubat, pahitnya hanya sesaat, tetapi manisnya berpanjangan. Wallahu a'lam.

www.Halaqahnet
abu hamzah
Editor : Bonda Halaqah

EUTHANASIA

Euthanasia ialah kematian secara mudah atau tanpa kesakitan. Sengaja mengakhiri kehidupan seseorang yang menderita sakit yang sudah tidak dapat diubati atau yang sudah tidak dapat ditahan lagi sakitnya.Juga dikenali sebagai Mercy Killing atau Mati Rahmat. Euthanasia yang dibincangkan oleh dunia perubatan sekarang boleh dibahagikan kepada beberapa kategori iaitu:

Euthanasia aktif: Mempercepatkan kematian seseorang dengan tindakan secara langsung seperti menyuntik ubatan tertentu yang boleh membawa maut dengan segera.

Euthanasia pasif: Mempercepatkan kematian seseorang secara tidak langsung seperti dengan cara menghentikan bekalan makanan, air, ubatan atau prosedur-prosedur yang perlu bagi meneruskan hidup pesakit. Pesakit dibiarkan tanpa sebarang rawatan sehingga mati disebabkan penyakit yang dialaminya.

Euthanasia secara sukarela(voluntary): Apabila seseorang yang dipercepatkan kematiannya berdasarkan permintaannya sama ada secara lisan atau bertulis.

Non-voluntary euthanasia: Apabila seseorang yang dipercepatkan kematiannya tidak membuat sebarang permintaan atau wasiat supaya dipercepatkan kematiannya. Juga merujuk kepada proses mempercepatkan kematian pesakit yang berada dalam keadaan tidak sedar, koma atau tidak mampu memberikan reaksi yang dapat difahami. Dalam kes ini, biasanya ahli keluarga si pesakit yang membuat permohonan supaya dipercepatkan kematian.

Involuntary euthanasia: Apabila seseorang yang dibunuh telah meminta supaya dia tidak dipercepatkan kematiannya.

Sebab dilaksanakan Euthanasia adalah kerana kebanyakan pihak yang menerima kaedah euthanasia berhujah bahawa proses tersebut dapat membantu pesakit yang sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Ini disebabkan ia dapat mengakhiri penderitaan yang dialami oleh pesakit tersebut serta dapat mengurangkan kos perubatan yang terpaksa ditanggung oleh si pesakit bagi meneruskan rawatannya. Selain itu, pihak pro-euthanasia mendakwa si pesakit tidak boleh 'dipaksa' untuk hidup dengan cara terus memasang peralatan tertentu sehingga menyiksa pesakit. Mereka juga berpendapat pesakit mempunyai hak untuk menentukan sama ada mereka perlu terus hidup atau mati.

Pendirian Islam

Agama Islam mempunyai pendirian yang jelas mengenai hukum menggunakan kaedah euthanasia atau mati rahmat. Kebanyakan ulama' berpendapat bahawa semua kategori euthanasia adalah haram.

Dr. Yusuf Al-Qardawi menerangkan bahawa euthanasia aktif adalah haram kerana dalam kaedah ini, doktor bertindak mengakhiri hayat pesakit dan menyebabkan kematiannya dengan cara suntikan bahan tertentu, kejutan elektrik, senjata tajam dan sebagainya. Ini adalah sama dengan membunuh dan membunuh adalah dosa besar di dalam Islam. Beliau berpendapat bahawa menghentikan rawatan kepada pesakit, adalah dibenarkan di dalam Islam dengan syarat setelah pakar-pakar perubatan sepakat bahawa si pesakit tersebut sudah tidak ada harapan lagi untuk sembuh.

Kenapa Islam melarang euthanasia dan juga membunuh diri? Islam tidak membenarkan membunuh diri kerana manusia bukan pencipta kepada diri mereka sendiri dan bukan pemilik mutlak. Manusia diamanahkan dengan tubuh badan supaya menjaganya dengan baik mengikut landasan yang telah ditetapkan. Kematian adalah waktu yang ditentukan oleh Allah S.W.T dan Allahlah yang memiliki semua hidupan. Sebagaimana firmanNya dalam surah An-Nahl ayat 61 yang bermaksud:

"Apabila sampai tempoh mereka, tiadalah mereka dapat meminta dikemudiankan sesaatpun dan tidak pula mereka dapat mendahulukan."

FirmanNya lagi dalam surah A-LI 'Imraan ayat 145, bermaksud:

"Dan setiap makhluk yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah."

Kesusahan dan penderitaan dalam kehidupan ini adalah sebagai ujian terhadap iman dan taqwa kepada Allah. Oleh itu seseorang muslim perlu mempunyai pandangan yang optimis untuk menghadapi segala cabaran dalam hidup dan tidak lari dari kesusahan di dunia dengan cara membunuh diri. Sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisaa' ayat 29 yang bermaksud:

" Dan janganlah kamu berbunuh-bunuhan sesama sendiri.Sesungguhnya Allah sentiasa mengasihanimu. "

Di dalam surah Luqman ayat 17, Allah berfirman yang bermaksud:

" Dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya."

Pada zaman Rasulullah S.A.W, ramai sahabat baginda yang cedera parah ketika dalam peperangan dan menderita kesakitan selama beberapa hari. Tetapi mereka tidak pernah cuba membunuh diri bagi melegakan penderitaan yang mereka alami.

Konsep mati otak mempunyai hubungan yang sangat rapat dengan kematian manusia. Konsep ini selaras dengan Islam dan meletakkan pesakit yang mati ketika bernafas dengan mesin berada dalam keadaan yang mulia. Pesakit disahkan mati jika kriteria mati otak dikenal pasti dan pesakit tidak berterusan disambung kepada mesin.

Penyelewengan yang melanggar etika juga dapat dielakkan.Artikel ini hanya memberikan gambaran secara umum mengenai kematian yang berkaitan dengan otak manusia dan konsep euthanasia. Tidak mustahil pada suatu hari nanti seiring dengan perkembangan teknologi, sel-sel otak yang telah berhenti berfungsi boleh dicaskan semula, sekaligus menuntut penilaian semua pihak bagi mendefinisikan kematian dan bagi mengesahkan kematian.


www.Halaqahnet

Bagaimana wudhu' zahir dan batin?

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk
solatnya.. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk
dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya,
demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam
dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"

Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu' zahir dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air".

Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-
* Bertaubat
* Menyesali dosa yang telah dilakukan
* Tidak tergila-gilakan dunia
* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
* Tinggalkan sifat berbangga
* Tinggalkan sifat khianat dan menipu
* Meninggalkan sifat dengki.

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat.

Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:
1.aku sedang berhadapan dengan Allah,
2..Syurga di sebelah kananku,
3.Neraka di sebelah kiriku,
4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan
5.aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan
menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku,
kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa didalam solat, aku faham maknanya kemudian aku
rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh
pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun."

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya
yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Untuk munafaat kita bersama, Tolong sampaikan email ini kepada sahabat2. insyaAllah Tuhan akan menggandakan 10 kali kepada anda

Dosa minum arak lebih berat berbanding manfaat

Ulama fekah berbeza pendapat jumlah sebatan bagi kesalahan ambil minuman keras

SUATU masa dulu kita pernah dikejutkan dengan berita tiga anak Melayu menjuarai serta menduduki tempat kedua dan ketiga pertandingan membancuh arak vodka, iaitu pertandingan Belvedere Bartender of the Year 2007 (Malaysia). Pertandingan itu turut dimeriahkan dengan kehadiran seorang artis Melayu.

Awal Januari lalu, Mahkamah Tinggi Syariah Kuantan menjatuhkan hukuman denda RM5,000 dan enam sebatan ke atas seorang lelaki dan seorang wanita yang mengaku bersalah meminum arak.

Isnin lalu, mahkamah sama menjatuhkan hukuman sama terhadap seorang model pelancongan selepas mengaku salah meminum arak. Tertuduh didakwa meminum arak jenama Tiger Beer di sebuah pusat pelancongan di Kuantan kira-kira jam 11.40 malam, 11 Julai tahun lalu.

Hukuman dijatuhkan hakim adalah hukuman maksimum mengikut Seksyen 136 Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982 dan dihukum mengikut Seksyen 4 Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang (Pindaan) 1987, walaupun hukuman sebenarnya menurut pendapat fuqaha adalah lebih berat.

Ulama fekah sependapat mengenai hukuman bagi orang minum arak ialah disebat. Cuma, mereka berbeza pendapat jumlah sebatan. Ada yang mengatakan 80 sebatan, iaitu menurut pendapat Imam Malik, Abu Hanifah dan satu riwayat daripada Imam Ahmad.

Imam Syafie dan satu pendapat daripada Imam Ahmad pula mengatakan kadar hukumannya adalah 40 sebatan.
Punca perselisihan pendapat ini kerana sungguhpun dalam al-Quran jelas mengenai pengharaman arak tetapi tidak ada ketetapan kadar atau had hukuman yang boleh dikenakan kepada peminum arak.

Begitu juga hadis Nabi SAW dan riwayat sahabat. Ada kalanya Baginda menyebat pesalah hanya beberapa kali sebatan dan ada masa dengan banyak kali tetapi tidak melebihi 40 kali sebatan.

Riwayat daripada Ibn Said al-Khudri dan Ali bahawa Nabi Muhammad menghukum orang yang minum arak sebanyak 40 sebatan. Ketika zaman Saidina Abu Bakar pula, peminum arak disebat 40 sebatan.

Pada zaman Saidina Umar, beliau meminta nasihat daripada sahabat, lalu Abdul Rahman bin Auf berkata: "Seringan-ringan hudud ialah 80 kali sebat." Kemudian Umar menetapkan hukuman sebanyak 80 sebatan dan sahabat setuju dengan Umar yang mengambil pendapat Abdul Rahman sebagai satu ijmak.
Diriwayatkan daripada Husain bin al-Munzir, ketika Saidina Ali ditugaskan oleh Saidina Uthman untuk menghukum sebat ke atas al-Walid bin Uqbah, beliau berkata: "Rasulullah SAW menghukum sebanyak 40 sebatan begitu juga Saidina Abu Bakar tetapi Saidina Umar menghukum sebanyak 80 sebatan, semuanya adalah sunnah yang ini aku lebih sukai."

Menyorot sejarah, Islam mengharamkan meminum arak sejak 14 abad lalu. Realitinya, sebelum kedatangan Islam, orang Arab jahiliah adalah peminum arak tegar. Arak dianggap sejenis minuman yang memberikan keseronokan hidup.

Bukan mudah bagi Nabi SAW menghapuskan resam budaya yang sudah berakar umbi dalam kehidupan masyarakat Arab jahiliah, seperti kata-kata isteri Baginda, Saidatina Aisyah yang diriwayatkan Imam Bukhari: "Jika al-Quran mula-mula memberitahu orang Arab supaya jangan meminum khamar (arak) dan tidak berjudi serta melakukan perzinaan, mereka akan berkata: Tidak, kami tidak akan patuh. Cerita kehidupan selepas mati, mengenai syurga dan tamannya yang indah bagi sesiapa yang patuh serta seksaan api neraka bagi yang ingkar hingga hati menjadi lembut, selepas itu diperintahkan berhenti daripada meminum khamar, melakukan perzinaan dan berjudi, maka mereka mematuhinya."

Oleh itu, arak tidak terus dilarang serta-merta. Ia mengambil tempoh tiga tahun untuk pengharaman arak secara keseluruhannya. Allah menurunkan ayat menerangkan bahawa arak yang diambil daripada buah kurma dan anggur adalah bukan daripada rezeki yang baik.

Firman Allah yang bermaksud: "Dan daripada buah-buahan kurma dan anggur kamu jadikan daripada minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik."

Mengenai keburukan arak, Allah berfirman yang bermaksud: "Mereka bertanya kamu (Muhammad) mengenai khamar dan judi, katakanlah bahawa pada kedua-duanya dosa yang besar dan bermanfaat kepada manusia tetapi dosa kedua-duanya itu lebih besar daripada manfaat." � (Surah al-Baqarah, ayat 219)

Kajian saintifik dan ilmiah membuktikan bahawa keburukan arak adalah jauh lebih besar daripada kebaikannya. Arak bukan ubat tetapi sebagai perosak penyakit. Arak boleh merosakkan selaput lendir perut dan menjadi racun yang masuk meresap dengan cepat ke dalam bahagian tubuh manusia terutama jantung dan buah pinggang.

Penyusun Ensiklopedia Islam, Profesor Muhammad Farid Wejdi menjelaskan: "Tidak pernah manusia menerima pukulan paling hebat seperti pukulan arak. Orang terkorban juga ramai disebabkan oleh arak. Jika dibanci orang sakit dalam hospital di seluruh dunia, nescaya yang paling ramai ialah penghidap penyakit gila dan penyakit urat saraf yang disebabkan arak. Orang yang menderita kesakitan urat saraf, kesakitan pundi makanan, kesakitan tali perut adalah disebabkan arak."

Bagi memastikan umat Islam dikawal dan dijauhi daripada arak, pihak berkuasa perlu memastikan pemberian lesen penjualan arak terkawal dan tidak membabitkan orang Islam secara langsung atau tidak langsung.



Orang Islam sama sekali perlu dilarang bekerja di mana-mana kedai yang ada menjual arak. Menurut syarat pemegang lesen di bawah Seksyen 36 Akta Eksais 1976 (Akta 176), setiap pemegang lesen rumah awam, lesen rumah bir, lesen kedai runcit, atau lesen peniaga borong hendaklah tidak membenarkan pelanggannya meminum arak di kedainya.

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: "Rasulullah SAW melaknat mengenai arak, 10 golongan: yang memerahnya, minta diperahkannya, meminumnya, membawanya, minta dihantarnya, menuangkannya, menjualnya, makan harganya, membelinya, minta dibelikannya." � (Hadis riwayat Tarmidzi dan Ibn Majah)

Penulis ialah Timbalan Presiden Persatuan Peguam Syarie Malaysia. Sila layari http://www.peguamsyarie.org

Hikmah Israk Mikraj dorong umat tingkat takwa

PENDERITAAN rakyat Palestin terhadap keganasan tentera Israel perlu dihapus dan umat Islam perlu membebaskan bumi al-Aqsa dari kekejaman tentera Zionis.
Peristiwa perjalanan Rasulullah gambaran kepentingan solat, pengajaran setiap musibah

KENANGAN penuh hikmah atas jalan dakwah yang ditinggalkan Rasulullah SAW kekal menjadi inspirasi bagi umatnya hingga ke akhir zaman. Setiap mukmin akan sentiasa gigih berusaha menggali peninggalan Rasulullah SAW kerana tuntutan hatinya yang sentiasa mekar mengasihi Nabi SAW.

Maka dibentangkan kertas kajian mengenai sirah, kitab hadis sahih dan ketinggian ilmu al-Quran untuk dijadikan pegangan kehidupan. Proses penambahan ilmu itu akhirnya membuahkan keintiman jiwa kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Tidaklah cukup seseorang mengutamakan membaca selawat saja dan tidak berminat dengan pencarian sumber maklumat, data dan fakta ilmu untuk mendapatkan gambaran terang mengenai keperibadian serta perjuangan Rasulullah SAW.

Cinta berputik kerana mengenali yang dicintai, memahami keperibadiannya dan menyelami pengorbanannya. Kita cuba menangis ketika membaca keperitan Rasulullah SAW memikul amanah dakwah, tetapi tidak mampu menitikkan air mata kerana tidak menyertai usaha dakwah Baginda.

Kita tidak memiliki cukup ilmu untuk memberi hujah kepada hati mengenai makna keperitan itu. Sesungguhnya seseorang memerlukan fakta, data, ilmu, penghayatan dan amal salih untuk menterjemahkan cintanya kepada Rasulullah SAW.
Salah satu fakta menggambarkan perjuangan dakwah Rasulullah SAW adalah peristiwa Israk dan Mikraj yang sentiasa diingati setiap Rejab. Walaupun ada beberapa pandangan berbeza menentukan tarikh sebenar peristiwa itu seperti dilaporkan kitab Al-Rahiq Al-Makhtum karangan al-Mubarakfuri.

Hal itu tidak menjejaskan hikmah di sebalik peristiwa Israk dan Mikraj sebagai panduan bagi mereka yang berjalan di atas jalan dakwah.

l Menilai semula hubungan dengan Allah.

Pendakwah bertugas membekalkan iman kepada masyarakat yang menjadi sasaran dakwahnya mesti memiliki bekal yang cukup untuk dirinya sendiri. Seorang doktor bertugas mengubat penyakit masyarakat diharapkan memiliki jasad sihat dan mental positif sebelum terjun ke medan berat.
Melalui perjalanan Rasulullah SAW naik ke tempat tertinggi bagi menerima titah amanah Allah yang mewajibkan sembahyang lima waktu sebagai ikatan kukuh antara hamba dengan Penciptanya, sesungguhnya ia memberi gambaran kepentingan ibadah ini.

Umar bin al-Khattab pernah mengirimkan arahan kepada panglima perangnya, Saad bin Abi Waqqash dalam peperangan al-Qadisiyah, katanya: "Wahai Saad, takutlah kamu kepada Allah dengan urusan solat pasukanmu. Kerana sesungguhnya bukanlah kekalahan yang aku khuatirkan melainkan hanya apabila kalian meninggalkan solat, kekalahan akan terjadi apabila solat ditinggalkan. Jika kalian meninggalkan solat maka akan cenderunglah zina, riba, khamar, ingkar kepada Allah dan akhirnya terkeluar daripada agama."

Jika Umar, Saad dan sahabat yang berada di al-Qadisiyah begitu prihatin dengan ibadat solat mereka, mengapa pula kita yang daif, lemah lagi hina dibandingkan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda risau dengan ibadah solat kita?

Ketika memperingati peristiwa naiknya Rasulullah SAW menghadap Allah, sememangnya ilmu dan penghayatan kita akan terus bertambah dalam menjalankan ibadat solat kerana kita sentiasa menambah baik maklumat sedia ada dengan maklumat baru dalam al-Quran dan hadis.

Dengan ilmu mengenai solat maka jalan mengenal Allah sudah kita fahami dan seterusnya hubungan ini akan sentiasa erat dan akrab. Akhirnya, ujian apapun yang menghadang di setiap simpang jalan dakwah tidak dirasai terlalu berat kerana hati sentiasa menikmati kemanisan berdekatan dengan Allah.

l Allah mengganti musibah dengan anugerah bagi sesiapa yang reda.

Sesungguhnya peristiwa Israk dan Mikraj Nabi SAW adalah musafir terbaik pernah dialami Baginda. Ia ibarat hadiah bernilai yang bermatlamatkan menghapus kesedihan demi kesedihan Rasulullah SAW selepas pemergian Abu Talib dan Khadijah.

Bukan hanya itu, tragedi keganasan dan penolakan dakwah dilakukan penduduk Taif kepada Rasulullah SAW dan Zaid bin Harithah menjadi ujian terhebat yang menumpahkan darah Nabi SAW sehingga kasut Baginda dibasahi darah.

Kemudian berlanjutan ujian dan musibah ke atas diri Rasulullah SAW seperti dilaporkan Imam Al-Bukhari dalam hadisnya: "Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, pernahkah engkau melalui suatu hari yang lebih dahsyat daripada peperangan Uhud? Rasulullah SAW bersabda: Aku pernah mengalami daripada kaummu apa yang pernah aku alami dan yang paling dahsyat ialah ketika di al-'Aqabah iaitu ketika aku menawarkan diriku kepada Ibn Abdu Yalail bin Abdu Kallal. Dia tidak menyahut ajakanku dan aku beredar dengan penuh kesedihan.

Sedar-sedar aku sudah berada di Qarn Al-Tha'alib. Kemudian aku mengangkat kepalaku, tiba-tiba aku melihat segumpal awan menaungiku. Aku perhatikan lagi, tiba-tiba aku melihat Jibril dan dia menyeruku: Sesungguhnya Allah mendengar kata-kata kaummu dan tindak balas mereka ke atasmu.

Allah mengarahkan malaikat bukit supaya engkau suruh dia apa yang engkau mahu lakukan terhadap mereka. Lalu malaikat bukit itu menyeruku dan memberi salam kepadaku seraya berkata: Wahai Muhammad, apa yang kamu mahu, kalau kamu mahu aku hempaskan ke atas mereka al-Akhsyabain (dua bukit di Makkah) nescaya aku lakukan. Nabi SAW bersabda: Sedangkan aku mengharap supaya Allah mengeluarkan dari sulbi mereka orang yang akan menyembah Allah semata-mata, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu."

Daripada peristiwa ini dapatlah kita mengambil pengajaran bahawa setiap ujian yang Allah bebankan kepada kita pasti akan diganti dengan penghormatan serta kemuliaan. Hanya saja kita tidak tahu bilakah kenikmatan itu akan diberi, apakah di syurga atau di dunia.

Allah berfirman bermaksud: "Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cubaan) seperti orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam cubaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Surah Al-Baqarah, ayat 214)

l Bebaskan Palestin, bumi umat yang bertakwa.

Ketika Israk, Rasulullah SAW singgah ke al-Aqsa dan melakukan solat bersama nabi. Al-Aqsa adalah bumi Allah yang diwariskan untuk orang beriman. Hal ini jelas ditegaskan dalam surah Al-Israk.

Mengapa Allah hanya menyebut kisah perjalanan Rasulullah dalam satu ayat saja dan selebihnya kisah kejahatan bani Israil? Jelas mesej dibawa surah ini, bahawa hanya umat beriman kepada Allah, al-Quran dan Rasulullah SAW, berbuat kebaikan di muka bumi saja berhak memimpin manusia. Tidak kira suku, bangsa dan bahasanya, kerana kemuliaan manusia terletak pada takwanya.

INTI PATI
• Peristiwa Israk Mikraj perjalanan Rasulullah SAW naik ke tempat tertinggi bagi menerima titah amanah Allah yang mewajibkan sembahyang lima waktu serta kepentingannya kepada setiap umat.
• Perjalanan dalam Israk Mikraj menghapus kesedihan Rasulullah SAW selepas pemergian Abu Talib dan Khadijah serta tragedi keganasan dan penolakan dakwah dilakukan penduduk Taif.
• Dalam Israk Mikraj Rasulullah SAW singgah ke al-Aqsa dan melakukan solat bersama nabi. Al-Aqsa adalah bumi Allah yang diwariskan untuk orang beriman.

Penulis ialah Mufti Perlis

PEMUDA DAN DAKWAH

Jika dilihat pada ‘product’ pemuda pemudi kita, sebenarnya boleh dibahagikan kepada beberapa kategori.

1. Golongan yang terus iltizam dengan kerja-kerja Dakwah & Tarbiyah.

2. Golongan yang sekadar hadir dalam aktiviti-aktiviti Dakwah & Tarbiyah.

3. Golongan yang tidak lagi ‘bersama kita’

4. Golongan yang melihat dan menilai kita lalu melihat terlalu banyak kelemahan yang ada pada kita lalu membentuk Toifah lain ( sisters/ liberal dsbg.) atau bergabung diri dengan Toifah lain.

Malangnya golongan pertama terlalu sedikit, mungkin segan kalau kita nak sebutkan tak sampai 10 peratus tetapi itulah hakikat yang terpaksa kita terima. Pemuda dan perubahan Sebenarnya penggerak Dakwah diperingkat awal pengutusan Rasulullah SAW kebanyakannya terdiri dari pemuda-pemuda contohnya: Saidina Ali, Mus,ab, Saidina ‘Uthman dan lain-lain.

Dakwah juga cepat diterima dan berkembang di Madinah dan hebat mendapat tentangan di Makkah juga kerana faktor pemudanya. Penduduk Makkah dikuasai oleh golongan tua yang sukar meninggalkan pegangan lama mereka. Manakala Madinah pula majoriti yang menguasainya adalah pemuda kesan dari peperangan antara puak Aus dan Khazraj yang berlangsung hampir 200 tahun yang telah mengorbankan ramai generasi tuanya dan meninggalkan pemuda-pemuda sebagai pewaris mereka.

Abdullah Nasih ‘Ulwan pernah menyebut:

“Di sebalik keagungan ilmu dan ketamadunan Islam, maka kita dapati generasi pemudalah yang dianggap telah memainkan peranan yang begitu hebat, hinggakan Keagungan Islam tercapai di tangan mereka. Niat mereka sungguh suci. Ketabahan hati mereka amat mengkagumkan sekali. Mereka tidak tertipu dengan kemewahan yang mereka perolehi di dunia ini. Mereka terus berusaha, bekerja dan berJihad untuk berdakwah ke jalan Allah, hatta tercapai segala hasrat dan cita-cita mereka yang suci murni itu...”

Dan beliau juga menyebut:

“Usaha dan Jihad pemuda-pemuda merupakan suatu tenaga yang paling berpotensi bagi mengatasi dan memecah sebarang masalah. Usaha ke arah Keagungan dan Kegemilangan akan terkabul di tangan-tangan pemuda-pemuda Islam, bukan di kalangan orang yang tidak bermaya lagi tidak berpotensi. Sebagaimana kita semua ketahui, bahawa angkatan pemuda adalah merupakan suatu tenaga yang utuh, teguh andainya mereka ini diasuh dan ditarbiyah dengan tarbiyah Islamiah, hingga jiwa-jiwa mereka ini penuh padu keimanan dengan Allah s.w.t. Berteraskan dengan keimanan yang tulin sahajalah kedudukan ummah ini dapat ditingkatkan sampai menjadi suatu ummah yang aman makmur.”

Pemuda dan kemudaannya. Berbalik kepada persoalan asas yang dibincangkan; kenapa begitu sedikit yang dapat terus istiqamah dengan kerja-kerja Dakwah & Tarbiyah. Persoalan ini mungkin terjawab dengan kita mengenali siapakah pemuda dan apakah pengisian yang sepatutnya berlaku pada tempoh umur ini.

Zaman muda ialah suatu zaman yang cukup bergejolak, agresiff, bertenaga, cita- cita yang tinggi, keazaman yang kental dan semangat yang membara. Inilah keadaan pemuda di setiap zaman. Namun yang berbeza mungkin persekitaran yang ada disekitar mereka.

Pemuda-pemuda kita hari ini tidak banyak terikat dengan tanggungjawab, membesar dalam kemewahan dan kesenangan hidup, segala yang dihajati dicapai dengan mudah. Mungkin inilah yang membezakan kita dengan pemuda-pemuda Kahfi, pemuda Madinah dan pemuda awwalun yang lain.


www.iluvislam.com

Evolusi Identiti

Ketahuilah,Setiap orang mempunyai ciri tersendiri yang mewakili sifat serta karekteristik masing-masing.setiap karekteristik itu akan mempamerkan prestasi2 unggul yang boleh menggoncangkan dunia jika diasuh serta diasah mengikut kaedah serta cara yang berkesan.Jika kita berfikir sejenak,sosok2 sekarang yang unggul serta penuh berketrampilan di persada dunia kini sudah tentu adalah jiwa-jiwa seperti kita pada awalnya, Jiwa-jiwa yang lemah dan berasa tidak berdaya melakukan apa saja yang di impikan pada awalnya.Maka kita perlulah mengevolusikan personaliti dan abliti anda kearah Personaliti dan Abliti Superhero2 berupa ADDUAT yakni penyelamat ummat sejagat.

Lahirnya Seoramg Superhero
Ketahuilah bahawa setiap daripada kamu adalah manusia terpilih yang unik, setiap daripada kamu dibekalkan personaliti yang berbeza-beza antara satu sama lain.Jangan asyik dinaungi perasaan inferior terhadap orang yang lebih hebat pada kita tetapi bernaunglah atas sifat gemar bersaing dengan cara yang sehat.
Jika anda penghuni Metropolis City, tentu anda tidak pernah menyangka betapa di sebalik kejaguhan, kehebatan dan ketrampilan Super Man, ia justeru menjadi seorang reporter bernama Clark Kent untuk menampung kehidupannya. Atau, andai saja anda penghuni New York City, pasti tidak pernah anda sangkakan bahawa Your Friendly Neighborhood Spiderman justeru adalah seorang jurugambar, lantaran yang lebih tertonjol pada kehidupan seorang Spidey, atau seorang Super Man, atau seorang Batman, Cicak Man dan sebagainya, adalah kehebatan perjuangan dan pengorbanan mereka mengabdikan diri pada masyarakat, sebagai superhero dambaan umat.
Apabila seseorang telah mengutamakan Jalan Perjuanagan maka kerjaya seperti reporter,doctor mahupun pelajar bagaikan kerja part-time sahaja bagi mereka lantaran kerjaya di alam perjuangan selaku superhero penyelamat ummat telah mereka beri perhatian sepenuhnya.

~Albanna bapa Superhero moden~
Pasca kejatuhan Khilafah Turki Othmaniyah , kita selaku umat islam tidak lagi berupaya menggapai kegemilangan penuh sinar sepertimana gemilangnya nama Islam di pelosok dunia tika dulu.Hilangnya sebuah daulah yang telah mempertahankan dan memartabatkan nama Islam selama 624 thn (1299-1922) juga telah membangkitkan kemunculan superhero2 yang berusaha mengkontruksi kembali sebuah Daulah Islamiyah seperti almarhum Hassan Al-Banna,Syed Qutb dan beberapa lagi tokoh Ikhwanul muslimin yang telah menggegarkan dunia sekular dengan melahirkan kembali bibit-bibit cahaya Islam agar bertapak semula sebuah Daulah yang akan menjaga kebajikan seluruh Ummat Islam di seantero dunia.Kehadiran Superhero2 Islam moden inilah yang telah memberi ruh perjuangan kepada generasi-generasi mendatang. Impak jelas kehadiran Justice League bernama Ikhwanul Muslimin itu kelihatan dengan kehadiran Tokoh Reformis Pan-islam (1924 ) seperti Jamaludin Al afghani, Muhammad abduh dan Rasyid Radha yang terus menyambung proses kontruksi daulah islamiyah.....

Evolusi Personaliti
Terdetikkah pada fikiran anda satu persoalan tentang superhero2 pujaan hati anda ; "mengapa perlu menggunakan superpower itu untuk kepentingan orang lain?" bukankah lagi menguntungkan jika mereka menggunakan kebolehan2 unik mereka itu untuk kepentingan nafsi-nafsi?Khali sebentar....soalan terjawab.Mengapa?
Itulah perbezaan antara superhero dan manusia biasa, superhero adalah orang yang telah merasakan TANGGUNGJAWAB dalam dirinya untuk membantu orang lain manakala manusia biasa adalah golongan yang tidak merasakan tanggungjawab yang tergalas pada bahu superhero2 idaman mereka.Dan itulah sebagai seorang Penyelamat Ummat @ Daie kita hendaklah merasakan terdapat bebanan tanggungjwab yag tergalas pada bahu kita.

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Dia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya dan dia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya.: Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir.(surah albaqarah 2:286)

Ebolusi Abiliti
Berdiam pada takuk yang sama atau ertikata lain istiqamah dengan sikap yang serupa bermakna anda seorang yang membosankan dan tidak berani mencabar serta mengambil risiko untuk berdiri di satu daerah yang lebih baik.fikirkanlah bahawa,seorang superhero yang berktrampilan serta hebat bukanlah yang hanya bergegas membantu mangsa pabila hanya terdengar pekikan mahupon lolongan meminta tolong, akan tetapi adalah superhero yang telah lengkap perbagai prosedur serta methode yang berbeza-beza untuk memastikan keselamatan kawasan naungannya sentisa terpelihara.Sang gagah itu juga melatih dan menggunakan segala superpower kepunyaannya ketahap yang lebih tinggi agar memudahkan tugasnya untuk mencabar kuasa anasir-anasir jahat yang sentiasa cuba untuk menjatuhkanya.

Analoginya,seorang Daie yang berktrampilan bukanlah seorang yang hanya tahu berdiri tegak dan mulutnya pula bagaikan kaset ceramah yang tidak ditukar baru serta diulang-ulang penyiarannya dan terngiang-ngiang di cuping telinga pendengar dan akhirnya tidak membuahkan sedikit kesedaran dalam diri. Jiwa Daie yang sebenar adalah mereka yang mempergunakan segala Abliti dan Personaliti mereka ke tahap maksima untuk tujuan dakwah yakni menyelamat manusia daripada terdampar dalam ruangan kegelapan.

Proses Evolusi
"Cabarlah dirimu pada suatu perkara yang kamu rasa tidak mampu tapi hakikatnya kamu mamp."
Berilah ruang pada dirimu untuk mencuba suatu yang tidak pernah kamu rasakan kamu mampu. Tetapi kamu sebenarnya berhajat menuju kearah itu.Yakini kemampuan dirimu nescaya jasadmu mempercayaimu dan bergerak mengikut apa yang kamu mahu.Usahlah membataskan kapasiti diri kerana ia mengecilkan lagi skop keupayaan kamu.Lalulah ke suatu lorong yang sempit dan berakhir pada sebuah Laluan Berpermaidani merah serta penuh haruman disekelilingnya.

Kesimpulan
Seorang superhero adalah orang yang telah melalui pelbagai rintangan untuk menjaga keamanan wilayah takluknya.Manakala seorang Daie yang hebat pula adalah seorang yang berani melalui ruangan sempit di awal kehidupannya serta dia tahu akan kemanisan pada pengakhiran hayatnya.superhero berusaha meningkatkan Ablitinya untuk keharmonian penduduk sekitarnya. Daie pula seharusnya bertungkus lumus membesarkan kapasiti keupayaan dalam menyelamatkan Mad'uenya dalam apa jua keadaan.
Maka seharusnya setiap daripada kamu janganlah membataskan kapasiti keupayaan serta personaliti kamu pada sesuatu tahap yang tertentu akan tetapi bolosilah batasan itu sehingga tahap yang optima untuk kebaikan ummah sejagat.

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(Surah an-Nisa’ [4]:95-96)

Risalah Puasa

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Segala puji bagi ALLAH tuhan sekelian alam, selawat dan salam ke atas Nabi kita Muhammad SAW
dan ahli keluarga baginda dan para sahabat baginda kesemuanya.
Artikel kali ini hanyalah sekadar peringatan mengenai puasa untuk kita bersedia menyambut Ramadhan Al-Mubarak. Manatahu mungkin diantara kita selalu sibuk dan terlalai dengan amalan fardhu yang tibanya hanya setahun sekali. Maka kita imbas dan tenung adakah puasa kita memenuhi kefadhuannya. Walaupun risalah ini simple seperti buku fardhu ain tahun 2, namun ia mungkin berguna buat kita mengingati kembali cara berpuasa yang betul dan perkara-perkara yang membatalkan. Jangan lah selalu kita mengambil mudah perkara yang kita anggap mudah menyebabkan hasilnya kurang sempurna.

Contoh mudah kenapa soalan matematik yang setakat operasi tambah tolak sering terdapat kesalahan? Adakah kita tidak tahu menambah dan menolak? Bukan sebenarnya kan? Kesalahan terjadi kerana kelalaian dan kecuaian kerana kita anggap matematik operasi tambah dan tolak ini mudah hingga kita ambil enteng sahaja. Begitu juga puasa, menurut amalan kita, puasa itu hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum dan kita sudah mula diajar berpuasa sejak dari umur 6 tahun. Dan adakah kita masih ingat apa yang diajar ketika usia 6 tahun itu? Maka marilah kita sama-sama membaca tazkirah ini untuk memperbaiki lagi ibadah puasa kita.

Ini adalah sebuah risalah puasa yang menerangkan hukum-hakamnya, kategori manusia padanya dan perkara-perkara yang membatalkannya serta faedah-faedah lain secara ringkas.

1. Takrif puasa ialah: Ibadah kerana Allah SWT dengan meninggalkan perkara-perkara yang membatalkannya bermula dari terbit fajar sehingga terbenam matahari.
2. Puasa di bulan Ramadan ialah satu rukun Islam yang agung berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Islam itu terbina di atas lima perkara; bersaksi bahawa tiada tuhan yang layak disembah melainkan Allah SWT dan Muhammad itu utusan Allah SWT, mendirikan solat, mengeluarkan zakat, menunaikan haji dan puasa di bulan Ramadan ”. [1]
KATEGORI MANUSIA DI DALAM PUASA

1. Puasa wajib bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, mampu untuk melaksanakannya serta bermukim (tidak bermusafir).

2. Orang bukan Islam tidak wajib berpuasa dan tidak wajib menqadak sekiranya mereka memeluk Islam.

3. Kanak-kanak yang belum baligh tidak wajib berpuasa, akan tetapi digalakkan supaya mereka terbiasa dengannya.

4. Orang gila tidak wajib puasa dan tiada kafarah (memberi makan kepada seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan) bagi mereka walaupun ia dewasa. Begitu juga hukum orang kurang akal yang tidak mumaiyiz dan yang seumpamanya.

5. Orang yang tidak mampu untuk berpuasa kerana faktor-faktor yang berterusan seperti terlalu tua dan sakit yang tiada harapan untuk sembuh. Mereka dibenarkan berbuka dan perlu membayar kafarah.

6. Orang berpenyakit kritikal yang mempunyai harapan untuk sembuh dibenarkan berbuka sekiranya puasa membebankan mereka dan wajib qadak selepas sembuh.
7. Orang yang hamil atau menyusukan anak. Sekiranya membebankan mereka disebabkan hamil atau menyusu atau takut memudaratkan anak mereka, dibenarkan berbuka dan wajib mereka menqadaknya apabila hilang beban serta takut kemudaratan tersebut.

8. Orang yang datang haid atau nifas haram mengerjakan puasa ketika haid dan nifas, akan tetapi wajib qadak setiap hari yang ditinggalkannya.

9. Orang yang terpaksa berbuka kerana untuk menyelamatkannya daripada lemas atau terbakar. Dibenarkan berbuka untuk tujuan tersebut kemudian wajib mereka menqadak puasa tersebut.

10. Orang yang bermusafir sekiranya mereka ingin puasa, mereka berpuasa dan sekiranya ingin berbuka, mereka berbuka tetapi wajib menqadaknya. Sama ada perjalanan itu jarang-jarang seperti umrah atau perjalanan yang berterusan seperti pemandu kereta sewa (teksi atau bas) maka dibenarkan untuk mereka berbuka sekiranya mereka ingin berbuka selagi mana mereka berada di luar daerah mereka.

PERKARA YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA

• Tidak membatalkan puasa sekiranya seseorang itu mengambil perkara-perkara yang membatalkan puasa dalam keadaan lupa atau jahil atau dipaksa berdasarkan firman Allah SWT (yang bermaksud):
“Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengambil kira jika kami terlupa atau tersalah” [2]

“Kecuali orang yang dipaksa (melakukan kufur) sedang hatinya tenang tenteram dengan iman;” [3]

“Dan kamu pula tidak dikira berdosa dalam perkara yang kamu tersilap melakukannya, tetapi (dikira berdosa itu) yang disengajakan oleh hati kamu melakukannya ”. [4]


• Maka sekiranya seseorang yang berpuasa itu makan atau minum dalam keadaan lupa, puasanya tidak dikira batal kerana dia terlupa.

• Walaupun dia makan atau minum kerana menyangka bahawa matahari telah terbenam atau fajar belum terbit, maka puasanya tidak dikira batal kerana dia jahil (tidak mengetahui).

• Walaupun dia berkumur-kumur lalu termasuk air tersebut ke dalam halkum dengan tidak disengajakan. Ianya tidak membatalkan puasa kerana dia tidak sengaja melakukannya.

• Walaupun dia ‘bermimpi basah’ (mimpi berjimak yang menyebabkan keluar air mani) ketika ia tidur. Tidak membatalkan puasa kerana tiada ikhtiar baginya.
8 PERKARA YANG MEMBATALKAN PUASA:

1. Berjimak: Sekiranya dilakukan di siang hari puasa, maka wajib qadak serta kafarah yang berat iaitu; membebaskan seorang hamba, sekiranya tidak didapati hamba untuk dibebaskan maka puasa 2 bulan berturut-turut, sekiranya tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin.

2. Mengeluarkan air mani secara sedar: Dengan istimna’ (mengeluarkan mani dengan tangan atau seumpamanya) atau mukadimah kepada jimak atau ciuman atau pelukan atau seumpamanya.

3. Makan dan minum: Sama ada bermanfaat atau pun memudaratkan seperti rokok.

4. Suntikan air berzat: Yang memadai seseorang mengambilnya daripada makanan, kerana ianya dikira sebagai makanan dan minuman. Ada pun suntikan selain daripada air berzat tidak membatalkan puasa, sama ada disuntik pada otot-otot atau pun pada urat saraf, sama ada ianya terasa di halkum atau pun tidak.

5. Suntikan darah: Seperti berlaku terhadap orang yang berpuasa kehilangan darah disebabkan kemalangan atau seumpamanya lalu disuntik dengan darah untuk menggantikan darah yang hilang.

6. Keluar darah haid atau nifas.

7. Mengeluarkan darah dengan berbekam dan seumpamanya. Ada pun keluar darah dengan sendiri seperti pendarahan hidung atau keluar darah disebabkan mencabut gigi atau seumpamanya tidak membatalkan puasa kerana tidak dikira sebagai bekam. [5]

8. Muntah dengan sengaja. Sekiranya muntah dengan tidak sengaja, tidak membatalkan puasa.
FAEDAH-FAEDAH LAIN

1. Harus bagi orang yang puasa niat dalam keadaan berjunub kemudian ia mandi selepas terbit fajar.

2. Harus bagi orang yang puasa mencabut gigi, mengubati luka, menitiskan ubat titisan ke dalam mata atau telinga. Ianya tidak membatalkan puasa walaupun dirasakan titisan tersebut pada halkum.

3. Harus bagi orang yang puasa bersugi pada awal dan akhir siang hari Ramadan. Ianya adalah sunnah baginya sebagaimana sunnah bagi orang yang tidak puasa.

4. Harus bagi orang yang puasa melakukan perkara yang mengurangkan rasa kepanasan dan kehausan seperti menyejukkan badan dengan air atau penghawa dingin.

5. Harus bagi orang yang puasa diberi bantuan pernafasan (sama ada dengan bekalan oksigen atau sebagainya) pada mulut untuk melegakan nafas yang tersesak disebabkan tekanan atau selainnya.

6. Harus bagi orang yang puasa membasahi bibir dengan air apabila kekeringan atau berkumur-kumur apabila mulut kekeringan tanpa memasukkan air ke dalam kerongkong.

7. Disunatkan orang yang puasa agar melewatkan sahur sebelum hampir waktu fajar. Mempercepatkan berbuka apabila terbenam matahari. Berbuka dengan ruthab (kurma segar), sekiranya tiada maka dengan tamar (kurma kering), sekiranya tiada maka berbukalah dengan air, sekiranya tiada maka dengan makanan yang halal sekiranya tiada makanan untuk di makan, maka hendaklah niat berbuka sehinggalah diperoleh makanan.

8. Disunatkan kepada orang yang puasa supaya memperbanyakkan segala ketaatan dan menghindarkan segala yang dilarang.

9. Wajib menunaikan puasa di bulan Ramadan bagi perempuan apabila suci daripada haid atau nifas sebelum terbit fajar, walaupun tidak mandi wajib melainkan selepas terbit fajar.

10. Wajib kepada orang yang puasa memelihara segala kewajipan serta menjauhkan diri daripada segala perkara yang haram. Maka hendaklah solat fardu pada waktunya serta dilakukan secara berjemaah, sekiranya dia dari kalangan orang yang sentiasa berjemaah. Hendaklah meninggalkan percakapan dusta, mengumpat, menipu, perniagaan secara riba dan segala perkataan atau perbuatan yang haram. Nabi SAW bersabda (mafhumnya):
“Barang siapa tidak meninggalkan percakapan bohong dan batil serta beramal dengannya maka tiadalah Allah SWT berhajat untuk dia meninggalkan makan dan minumnya ”. [6]


Wallahu'alam

Sumber Rujukan

[1] Hadis riwayat Bukhari. Kitab: Iman. Bab: Islam itu terbina di atas 5 perkara. Hadis no: 7.
[2] Surah al-Baqarah: 286
[3] Surah al-Nahl: 106
[4] Surah al-Ahzab: 5
[5] Ada juga pendapat yang mengatakan berbekam tidak membatalkan puasa kerana Rasulullah SAW pernah berbekam sedangkan baginda berpuasa - rujuk Sahih al-Bukhari.
[6] Hadis riwayat Imam Bukhari. Kitab: Puasa. Bab: Barang siapa yang tidak meninggalkan percakapan bohong dan batil. Hadis no: 1770.